BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul melalui DKUKMPP Kabupaten Bantul menggelar Forum Ekspor bertema “Peluang Ekspor di Tengah Ekonomi Dunia yang Tidak Menentu Dampak Geopolitik di Timur Tengah”, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Mandala Saba Purwa, Kompleks Parasamya, Kabupaten Bantul.
Forum tersebut dihadiri para eksportir yang tergabung dalam berbagai asosiasi, di antaranya KADIN Bantul, ASMINDO DIY, serta HIMKI DIY. Sejumlah perusahaan berbasis di Bantul seperti PT Asia Trade Perkasa dan PT Indo Risakti, serta pelaku UMKM yang telah menembus pasar ekspor, turut ambil bagian. Kegiatan ini juga menghadirkan DPMPTSP DIY.
Acara dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang kian kompleks akibat faktor geopolitik.
Selanjutnya, Kepala DKUKMPP Kabupaten Bantul dalam paparannya mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi. Menurutnya, persaingan produk ekspor semakin ketat, terutama dengan negara-negara di kawasan ASEAN yang menawarkan produk serupa dengan harga dan kualitas yang kompetitif.
“Pengusaha Bantul harus terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Sementara itu, DPMPTSP DIY memaparkan peluang perluasan pasar ekspor bagi produk unggulan Bantul. Upaya diversifikasi pasar dinilai menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada negara tujuan tertentu, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi lain, perwakilan HIMKI Bantul menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku ekspor saat ini. Ia menyebutkan bahwa daya beli pasar luar negeri mengalami penurunan. Selain itu, jalur logistik global turut terdampak situasi geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Distribusi logistik sangat terdampak karena banyak pengiriman melalui Selat Hormuz. Biaya logistik bahkan mengalami kenaikan hingga 300 persen,” ujarnya.
Meski demikian, ia menambahkan bahwa pasar Amerika Serikat relatif tidak terlalu terdampak karena telah terbiasa dengan kebijakan tarif tinggi sejak era Presiden Donald Trump, serta memiliki alternatif jalur logistik meskipun dengan biaya yang lebih mahal.
Forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi dan pertukaran informasi bagi para pelaku ekspor di Bantul, sekaligus memperkuat strategi menghadapi tantangan global agar kinerja ekspor daerah tetap terjaga.
