Inovasi - Inovasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan antara lain :

 

1. SIDAKUI (akses layanan)

SiDAKUI akronim dari Sistem Informasi Data Perdagangan, Koperasi, UKM dan Industri yang diterapkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Bantul.

SiDAKUI merupakan langkah strategis yang dilakukan DKUKMPP Kabupaten Bantul dalam upaya mewujudkan satu data Perdagangan, Koperasi, UMKM dan IKM di Kabupaten Bantul serta sebagai wujud komitmen modernisasi kegiatan pembinaan Koperasi UMKM dan IKM yang dilaksanakan DKUKMPP Kabupaten Bantul agar dapat berjalan lebih efektif, terukur, akuntabel dan berkelanjutan.

 

2. SIGAPAN (akses layanan)

SIGAPAN (Sistem Informasi Harga Pangan) 
Aplikasi Sistem informasi Harga Pangan ini pengembangan dari pelaporan data harga bahan pokok yang awalnya dilakukan secara manual oleh admin dari masing masing 5 pasar pantauan yang meliputi pasar Bantul,Pasar Niten, Pasar Piyungan, Pasar Imogiri,  dan Pasar Pijenan. Pemantauan ini dilakukan 6 hari dalam seminggu. Setiap hari admin masing masing pasar pantauan menginput data hasil pantauan di pasar itu. Aplikasi ini akan melaporkan harga rata rata dari setiap harga bahan pokok dari hasil pantauan harga masing masing pasar pantauan.Dalam memenuhi kebutuhan akan data dan informasi Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Bantul maka diperlukan pembangunan Sistem Informasi Berbasis Android yang nantinya akan menginformasikan Update Harga kebutuhan Pokok setiap saat agar  masyarakat Bantul  dapat memperoleh harga bahan pokok secara update dan akurat.Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang begitu pesat, tidak bisa dipungkiri begitu banyak orang yang memanfaatkan teknologi salah satunya untuk menyebarluaskan informasi. 


Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul mempunyai tugas pokok dan fungsi dalam pengendalian harga barang kebutuhan pokok dan barang penting. Untuk melaksanakan tugas tersebut selama ini dilakukan dengan pemantauan langsung oleh petugas di 5 pasar pantauan yang kemudian mencatat dan melaporkan secara manual setiap hari. Namun, pendekatan ini dinilai kurang efektif dan efisien, terutama dalam hal penyampaian informasi secara cepat kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Akibatnya, proses pengambilan keputusan dan kebijakan sering kali tertunda atau tidak didasarkan pada data yang terkini. Untuk itu diperlukan aplikasi berbasis website dan android dalam mendukung kegiatan tersebut.

 

Bukti dukung keikutsertaan inovasi (klik disini)